Minggu, 22 April 2018

KONSEP DASAR KEGIATAN KOKURIKULER DAN EKSTRAKURIKULER


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan manusia untuk mengembangkan potensi manusia lain atau memindahkan nilai dan norma yang dimilikinya kepada orang lain dan masyarakat. Proses pemindahan nilai dan norma itu dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah pertama, melalui pengajaran; kedua, melalui pelatihan; ketiga, melalui indroktrinasi.
Belajar mengajar pada dasarnya merupakan proses interaksi eduktif antara guru dan siswa. Tujuan dari interaksi edukatif tersebut meliputi tiga aspek yakni aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Untuk mencapai tujuan secara baik, diperlukan materi, penggunaan metode, pengelolaan kelas dan sebagainya. Selain itu, diharapkan kepada guru untuk lebih kreatif untuk melakukan kegiatan pendukung pembelajaran didalam kelas.
Kalau dilihat pendapat di atas, maka belajar adalah suatu proses memanusiakan manusia, dimana hanya melalui belajar manusia dapat menemukan dirinya dalam relasinya dengan sesama, lingkungan dan penciptanya. Melalui belajar manusia mengaktualisasikan dirinya dengan lingkungannya sedemikian rupa sehingga kualitas hidup dan kehidupannya menjadi makin baik.
Dari pernyataan di atas, menunjukkan bahwa untuk memanusiakan manusia diperlukan adanya pendidikan. Pendidikan pada hakekatnya bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga dan masyarakat. Mengenai pendidikan di sekolah, maka proses pendidikannya tertuang dalam satuan pendidikan yang lebih dikenal dengan sebutan kurikulum.
Selanjutnya, kegiatan pendidikan yang didasarkan pada penjatahan waktu bagi masing-masing mata pelajaran sebagaimana tercantum dalam kurikulum sekolah lebih kita kenal dengan sebutan kurikuler. Sedangkan kegiatan yang di selenggarakan di luar jam pelajaran tatap muka, dilaksanakan di sekolah atau diluar sekolah agar lebih memperkaya dan memperluas wawaan pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran dalam kurikulum.
Dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah dikenal adanya tiga kegiatan pokok, yaitu kegiatan Intrakurikuler, Kokurikuler dan Ekstrakurikuler. Ketiga kegiatan tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang tak terpisahkan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan keseluruhan pada suatu satuan pendidikan/ sekolah.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dari penulisan makalah ini yaitu:
1.       Apakah Pengertian Kegiatan KO dan Ekstrakurikuler?
2.      Apakah Tujuan dan Manfaat kegiatan KO dan Ekstrakurikuler?
3.      Apakah Fungsi dari Kegiatan KO dan Ekstrakurikuler?
4.      Bagaimana Prinsip dari Kegiatan KO dan Ekstrakurikuler?
5.      Bagaimana Dampak dari Kegiatan KO dan Ekstrakurikuler?

1.3  Tujuan Penulisan
Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah diatas, maka penulisan makalah ini bertujuan untuk  mengetahui konsep dasar dari kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler itu sendiri.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1Pengertian Kegiatan KO dan Ekstrakurikuler
             A.     Kegiatan Kokurikuler
Kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan yang dimaksudkan untuk lebih memperdalam dan menghayati materi pelajaran yang telah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler didalam kelas. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Dalam hal ini, perlu diperhatikan ialah menghindari terjadinya pengulangan dan ketumpang-tindihan antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran lainnya. Selain itu, juga perlu dijaga agar para siswa tidak "overdosis" karena semua  guru memberi tugas dalam waktu yang bersamaan, sehingga siswa menanggun beban yang sangat berat. Oleh karena itu, koordinasi dan kerja sama antar guru merupakan hal perlu dilakukan.
Kegiatan Kokurikuler adalah kegiatan yang sangat erat sekali dan menunjang serta membantu kegiatan intrakurikuler biasanya dilaksanakan diluar jadwal intrakurikuler dengan maksud agar siswa lebih memahami dan memperdalam materi yang ada di intrakurikuler, biasanya kegiatan ini berupa penugasan atau pekerjaan rumah ataupun tindakan lainnya yang berhubungan dengan materi intrakurikuler yang harus diselesaikan oleh siswa.
Dalam melaksanakan kegiatan kokurikuler, adal hal-hal yang harus diperhatikan, diantaranya:
            1.       Dalam memberikan tugas kokurikuler hendaknya jelas dan sesuai dengan pokok         bahasan atau sub pokok bahasan yang sedang diajarkan.
  1. Dalam memberikan tugas kokurikuler seorang guru hendaknya tahu mengenai tingkat kesulitannya bagi siswa sehingga tugas yang diberikan kepada siswa itu sesuai dengan kemampuannya dan tidak memberatkan baik pada fisiknya maupun psikisnya.
  2. Dalam penilaian tugas kokurikuler, hendaknya jelas dan adil sesuai dengan hasil masing-masing kemampuan siswanya.
  3.  Dalam fungsi memberikan tugas kokurikuler, hendaknya selain untuk memperdalam pengetahuan siswa, guru juga hendaknya dengan tugas kokurikuler ini bisa membantu dalam penentuan nilai raport.
               B.     Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler dimaksudkan sebagai kegiatan yang diarahkan untuk memperluas pengetahuan siswa, mengembangkan nilai-nilai atau sikap dan menerapkan secara lebih lanjut pengetahuan yang telah dipelajari siswa dalam mata pelajaran program inti dan pilihan. Walaupun sama-sama dilaksanakan diluar jam pelajaran kelas, bila dibandingkan dengan kegiatan kokurikuler, kegiatan ekstrakurikuler lebih menekankan pada kegiatan kelompok.
Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dengan memperhatikan minat dan bakat siswa, serta kondisi lingkungan dan sosial budaya. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ditangani oleh guru atau petugas lain yang ditunjuk. Kegiatan ekstrakurikuler diisi dengan kegiatan olahraga seperti bola basket, bola voli, pencak silat dan lainnya yang disesuaikan dengan minat dan bakat siswa. Bagitupula dengan dibidang-bidang lain, seperti bidang seni bisa diisi dengan drama, lukis, tari. Keseluruhan bidang ditujukan sebagai wahana untuk mempeluas wawasan serta membangun nilai dan sikap positif siswa.
Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan diluar jam pelajaran biasa (diluar intrakurikuler), dan kebanyakan materinya pun di luar materi intrakurikuler, yang berfungsi utamanya untuk menyalurkan/mengembangkan kemampuan siswa sesuai dengan minat dan bakatnya, memperluas pengetahuan, belajar bersosilisasi, menambah keterampilan, mengisi waktu luang, dan lain sebagainya, bisa dilaksanakan di sekolah ataupun kadang-kadang bisa di luar sekolah.
Dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler ini, ada hal-hal yang harus diperhatikan, supaya kegiatan ini berlangsung dengan baik, diantaranya:
           1.      Dalam pelaksanaan kegiatannya, hendaknya bisa bermanfaat bagi siswa, baik buat masa kini maupun masa yang akan datang.
  1. Dalam pelaksanaan kegiatannya, hendaknya tidak membebani bagi siswa.
  2. Dalam jenis kegiatannya hendaknya bisa memanfaatkan lingkungan sekitar, alam, industri, dan dunia usaha,
  3. Dalam pelaksanaannya tidak mengganggu kegiatan yang utama, yakni kegiatan intrakurikuler.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ekstrakurikuler yaitu”Suatu kegiatan yang berada di luar program yang tertulis di dalam kurikulum seperti latihan kepemimpinan dan pembinaan siswa”. Kegiatan ekstrakurikuler itu sendiri dilaksanakan di luar jam pelajaran wajib. Kegiatan ini memberi keleluasaan waktu dan memberikan kebebasan pada siswa, terutama dalam menentukan jenis kegiatan yang sesuai dengan bakat serta minat mereka.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan, Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu jalur pembinaan kesiswaan. Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti dan dilaksanakan oleh siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah, bertujuan agar siswa dapat memperkaya dan memperluas diri. Memperluas diri ini dapat dilakukan dengan memperluas wawasan pengetahuan dan mendorong pembinaan sikap dan nilai-nilai.
Program ekstrakurikuler merupakan bagian internal dari proses yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan anak didik. Kegiatan intrakurikuler untuk menyalurkan bakat atau pendorong perkembangan potensi anak didik mencapai taraf maksimum.
Inti dari kegiatan ekstrakurikuler adalah pengembangan kepribadian peserta didik. Oleh karena itu kepribadian dewasa dapat menjadi tujuan utama dalam kegiatan ekstrakurikuler. Untuk menjalankan kegiatan ekstrakurikuler dibutuhkan proses atau tahapan belajar agar kegiatan dapat berjalan dengan baik.
2.2Tujuan dan Manfaat Kegiatan KO dan Ekstrakurikuler
A.     Kegiatan Kokurikuler
1.     Tujuan Kegiatan Kokurikuler
Tujuan Ko Kurikuler ini diantaranya adalah supaya siswa memperdalam juga lebih memahami materi yang ada di intrakurikuler.
B.     Kegiatan Ekstrakurikuler
1.     Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler
Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian dari pengembangan institusi sekolah. Kegiatan ektrakurikuler sendiri bertujuan untuk mengembangkan bakat, kepribadian, prestasi dan kreativitas siswa dalam rangka mengembangkan pendidikan siswa seutuhnya. Secara khusus kegiatan ektrakurikuler bertujuan untuk :
a.       Menyediakan lingkungan yang memungkinkan siswa didik untuk mengembangkan potensi, bakat dan kemampuannya secara optimal, sehingga mereka mampu mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pribadinya maupun kebutuhan masyarakat.
b.      Memandu (artinya mengidentifikasi dan membina) dan memupuk (artinya mengembangkan dan meningkatkan) potensi-potensi siswa secara utuh.
c.       Pengembangan aspek afektif (nilai moral dan sosial) dan psikomotor (ketrampilan) untuk menyeimbangkan aspek kognitif siswa.
d.      Membantu siswa dalam pengembangan minatnya, juga membantu siswa agar mempunyai semangat baru untuk lebih giat belajar serta menanamkan rasa tanggungjawabnya sebagai seorang manusia yang mandiri (karena dilakukan diluar jam pelajaran).
2.     Manfaat Kegiatan Ekstrakurikuler
a.       Siswa terlatih dalam satu organisasi
b.      Siswa terlatih dalam suatu kegiatan EO (Even Organizer)
c.       Siswa terlatih menjadi seorang pemimpin
d.      Siswa terlatih berinteraksi dengan kegiatan luar sekolah
e.       Siswa terlatih mempunyai suatu keterampilan, sebagai benih untuk berkembang ke depan
f.        Siswa terlatih menghargai kelebihan orang lain
g.       Siswa terlatih menghadapi tantangan yang datang
h.      Siswa terlatih membuat relasi yang langgeng (interpersonal)
i.         Siswa termotivasi akan cita-citanya/ karir yang akan ia raih
j.         Tanpa disadari siswa merasa bertanggungjawab atas kemajuan sekolahnya
k.       Siswa menghargai jerih payah orang tuanya
l.         Siswa berwawasan internasional.




2.3Fungsi Kegiatan KO dan Ekstrakurikuler
1.      Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka.
2.      Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik
3.      Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.
4.      Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik.

2.4Prinsip Kegiatan KO dan Ekstrakurikuler
1.      Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat    peserta didik masing-masing.
2.      Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik.
3.      Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.
4.      Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik.
5.      Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil.
6.      Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.



2.5Dampak Kegiatan KO dan Ekstrakurikuler
Setiap kegiatan di sekolah tentu memberikan dampak kepada proses pembelajaran ataupun kepada siswanya. Baik itu dampak positif atau pun dampak negatif . 
         1.      Dampak Positif Kegiatan  Kokurikuler dan Ekstrakurikuler    
Adapun dampak positif dari ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar siswaantara lain :
a.       Memberikan wawasan akademik maupun non akademik.
b.      Membentuk karakter siswa
c.       Mengembangkan bakat siswa
d.      Menunjang prestasi belajar siswa
        2.      Dampak Negatif Kegiatan Kokurikuler dan Ekstrakurikuler
Selain memiliki dampak positif, ekstrakurikuler juga berdampak negatif bagi proses pembelajaram. Dampak negatif tersebut diantaranya :
a.       Mengurangi waktu belajar siswa baik di rumah maupundisekolah
b.      Sangat menguras stamina para siswa, karena waktu istirahat mereka digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler.
c.        Terkadangmengganggukegiatanbelajarsiswa di kelas.










BAB III
PENUTUP

3.1Kesimpulan
Kegiatan Kokurikuler adalah kegiatan yang sangat erat sekali dan menunjang serta membantu kegiatan intrakurikuler biasanya dilaksanakan diluar jadwal intrakurikuler dengan maksud agar siswa lebih memahami dan memperdalam materi yang ada di intrakurikuler.
kegiatan ekstrakurikuler adalah pengembangan kepribadian peserta didik. Oleh karena itu kepribadian dewasa dapat menjadi tujuan utama dalam kegiatan ekstrakurikuler. Untuk menjalankan kegiatan ekstrakurikuler dibutuhkan proses atau tahapan belajar agar kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Adapun tujuan dari kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler adalah untuk memperdalam dan memperluas wawasan siswa. Kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler juga berfungsi untuk pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir.
Kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler juga memiliki prinsip seperti individual, keterlibatan aktif, pilihan, menyenangkan, etos kerja dan kemanfaatan sosial. Disamping itu kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler juga memiliki dampak positif dan negatif.



3.2Saran
Kami sebagai penyusun makalah ini berharap makalah ini dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. Terjaganya makalah ini merupakan harapan kami. Kepada pembaca yang menggunakan makalah ini dalam berbagai bidang diharapkan dapat menjaga dengan sebaik-baiknya. sebagai penyusun kami berharap makalah ini dapat diterima dengan baik.






















DAFTAR PUSTAKA

Depdikbud. (1994). Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Yudha M. Saputra. (1998). Pengembangan Kegiatan KoEkstrakurikuler. Jakarta: Depdikbud.
Moh.  Uzer  dan  Lilis.  (1993). Upaya  Optimalisasi  Kegiatan  Belajar  Mengajar. PT. Remaja Rosdakarya: Bandung